Selasa, 04 November 2014

ETIKA PROFESI AKUNTANSI #



TUGAS ETIKA PROFESI AKUNTAN PUBLIK : 1A ENRON

I.              Sejarah Berdirinya Enron

Enron dibentuk pada tahun 1985 oleh sebuah perusahaan “ Houston Natural Gas” dengan “InterNorth”, sebuah Perusahaan lain dalam pemipaan minyak sebagai hasil merger yang diwajibkan oleh peraturan perundangan Pemerintah federal Amerika. Pada tahun 1997 Enron membeli perusahaan pembangkit listrik “Portland General Electric Corp” senilai $ 2 milyar. Sebelum tahun 1997 berakhir, manajemen mengubah perusahaan tersebut menjadi “Enron Capital and Trade Resources” yang menjadi perusahaan Amerika terbesar yang memperjualbelikan gas alam serta listrik. Pendapatan meningkat drastis dari $ 2 milyar menjadi $ 7 milyar dengan karyawan yang juga tumbuh dari 200 orang menjadi 2.000 orang.
Tidak cukup dengan prestasi tersebut, Enron membentuk pula “Enron Online” (EOL) pada bulan oktober 1999. EOL merupakan unit usaha Enron yang secara online memasarkan produk energi secara elektronik lewat website. Dalam sekejap, EOL berhasil melaksanakan transaksi senilai $ 335 milyar pada tahun 2000. Pada Januari 2000, Enron mengumumkan sebuah rencana besar yang amat ambisius untuk membangun jaringan elektronik broadbrand yang berkecepatan tinggi (high speed broadbrand) dengan kapasitas jaringan penjualan brandwidth untuk melakukan penjualan gas serta listrik. Enron membiayai ratusan juta dollar guna melaksanakan program ini, walaupun keuntungannya belum nampak, namun harga saham Enron di Wall Street melonjak menjadi $ 40, bahkan meningkat menjadi $ 90,56, sehingga Enron dinyatakan oleh majalah Fortune maupun media lain sebagai “one of the most admired and innovative companies in the world”. 

II.           Awal Kejatuhan Enron

Pada tanggal 2 Desember 2001, dunia perekonomian dikejutkan dengan berita yang berasal dari kota minyak Houston di Texas, Amerika. Enron, perusahaan ketujuh terbesar di Amerika, perusahaan energi perdagangan terbesar di dunia menyatakan dirinya bangkrut. Tidak kurang dari 4.500 pimpinan menengah Enron mendadak kehilangan pekerjaan akibat perbuatan segelintir orang di jajaran puncak Enron.
Lebih mengejutkan lagi, kebangkrutan bukan disebabkan oleh perekonomian dunia yang sedang melemah, melainkan kesalahan fatal dalam sistem akuntan mereka. Selama tujuh tahun terakhir, Enron melebih-lebihkan laba bersih dan menutup-tutupi utang. Auditor independen, Arthur Andersen ikut berperan dalam "menyusun" pembukuan kreatif Enron. Lebih buruk lagi, kantor hukum yang menjadi penasihat Enron, Vinson & Eikins, juga dituduh ikut ambil bagian dalam korupsi skala dunia ini dengan membantu membuka partnership-partnership kontroversial yang dianggap sebagai awal dari kehancuran Enron. Terakhir, bank investasi besar di Wallstreet seperti Salomon Smith Barney unit, Credit Suisse First Boston, Merrill Lynch, Goldman Sachs, J.P. Morgan Chase and Lehman Bros, ikut meraup $ 214 juta dalam komisi sebagai penjual saham dan obligasi dari Enron.
Kejatuhan Enron bermula dari dibukanya partnership-partnership yang bertujuan untuk menambah keuntungan pada Enron. Partnership-partnership yang diberi nama "special purspose vehicle” memang memiliki karateristik yang istimewa. Enron mendirikan kongsi dengan seorang partner dagang. Partner dagang biasanya hanya satu untuk setiap partnership dan kongsi dagang ini menyumbang modal yang sangat sedikit, sekitar 3% dari jumlah modal keseluruhan. Secara hukum perusahaan di Amerika, apabila induk perusahaan berpartisipasi dalam partnership dimana partner dagang menyumbang sedikitnya 3% dari modal keseluruhan, maka neraca partnership ini tidak perlu dikonsolidasi dengan neraca dari induk perusahaan. Tetapi, partnership ini harus dijabarkan secara terbuka dalam laporan akhir tahunan dari induk perusahaan agar pemegang saham dari induk perusahaan maklum dengan keberadaan operasi tersebut. Lalu dari mana Enron membiayai partnership-partnership tersebut? Inilah hebatnya, Enron membiayai dengan "meminjamkan" saham Enron (induk perusahaan) kepada Enron (anak perusahaan) sebagai modal dasar partnership-partnership tersebut. Secara singkat, Enron sesungguhnya mengadakan transaksi dengan dirinya sendiri.
Enron tidak pernah mengungkapkan operasi dari partnership-partnership tersebut dalam laporan keuangan yang ditujukan kepada pemegang saham dan Security Exchange Commission (SEC), badan tertinggi pengawasan perusahaan publik di Amerika. Lebih jauh lagi, Enron bahkan memindahkan utang-utang sebesar $ 690 juta yang ditimbulkan induk perusahaan ke partnership partnership tersebut. Akibatnya, laporan keuangan dari induk perusahaan terlihat sangat atraktif, menyebabkan harga saham Enron melonjak menjadi $ 90 pada bulan Februari 2001. Perhitungan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tersebut, Enron telah melebih-lebihkan laba mereka sebanyak $ 650 juta.

III. Pelanggaran Yang Dilakukan Enron

Untuk memenuhi persyaratan Moody’s dan S&P s, Enron menjaga leverage rationya. Kegagalan untuk meningkatkan credit ratingnya mendorong Enron untuk meningkatkan margin dengan memperbesar paper profit dan penurunan nilai assets ditransfer ke Special Purpose Vehicle (SPV). Untuk meningkatkan modal dan melindungi risiko, Enron memanfaatkan SPV, bekerjasama dengan pihak luar sebagai “ keranjang sampah” untuk menambah Assets dan Liabilities, termasuk tempat pembuangan asset yang mengalami penurunan nilai, lindung nilai untuk meng-offset kerugian Enron dan memanfaatkan derivatives. Karena tidak dikonsolidasikan, maka laporan keuangan Enron tidak terganggu.
Kerugian yang diderita SPV tertutup dengan saham Enron. Tiga dari 2000 SPV dipimpin Festow dari 1999 sampai July 2001, membayar Festow lebih dari $ 30 juta untuk management fees. Jauh lebih besar dari salarynya di Enron dengan persetujuan top Management dan BOD Enron. Suatu SPV juga melakukan investasi ke SPV lain. November 2001, 75% saham di mariner engine inc meningkat menjadi $ 350 Juta, hampir 2 kali lipat nilai initial investment. Penilaian deposito deep well oil reserve, long term future contracts dan derivatives yang tidak memiliki quoted market price membuka peluang untuk windows dressing melalui discretionary valuation models sesuai dengan metode dan asumsi yang digunakan.

IV. Peranan Arthur Andersen

September 2001, pemerintah mulai mengamati adanya ketidakberesan dalam laporan pembukuan Enron. Satu bulan kemudian, Enron mengumumkan kerugian sebesar $ 600 juta dan nilai asset Enron menyusut $ 1,2 triliun. Pada laporan keuangan yang sama diakui, bahwa selama tujuh tahun terakhir, Enron selalu melebih-lebihkan laba bersih mereka. Akibat laporan mengejutkan ini, nilai saham Enron mulai turun drastis dan saat Enron mengumumkan bahwa perusahaan harus gulung tingkar, 2 Desember 2001, harga saham Enron hanya 26 sen.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah Arthur Andersen, sebagai auditor independen yang ditunjuk untuk memeriksa kesehatan dari pembukuan Enron mengetahui keberadaan "akuntan kreatif" yang diterapkan Enron dan pura-pura tidak mengetahuinya? Hukum perusahaan Amerika menyatakan bahwa setiap perusahaan terbuka Amerika, harus diperiksa pembukuannya oleh auditor independen dari Certified Public Accounting Firm. Tidak jarang, akuntan publik menerima uang lebih banyak dari jasa konsultasi daripada jasa audit, seperti kasus Enron di mana Arthur Andersen menerima $ 27 juta dari konsultasi dan $ 25 juta dari audit. Akibatnya, timbul kesangsian akan kejujuran dan kejernihan dari laporan audit mereka terhadap pumbukuan Enron.
Yang lebih mengejutkan dunia akuntan adalah peristiwa penghancuran dokumen yang dilakukan oleh David Duncan, ketua partner dari Arthur Andersen untuk Enron. Panik karena menerima undangan untuk diminta kesaksiannya di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika (Congress), Duncan memerintahkan anak buahnya untuk menghancurkan ratusan kertas kerja (workpapers) dan e-mail yang berhubungan dengan Enron. Kertas kerja adalah dukumen penting dalam dunia profesi akuntan yang berhubungan dengan laporan keuangan dari klien. Secara umum, setiap kertas kerja, komunikasi dan laporan keuangan harus di dokumentasikan dengan baik selama 6 tahun. Baru setelah 6 tahun, dokumen tersebut bisa dihancurkan. Peristiwa penghancuran dokumen ini memberi keyakinan pada publik dan kongres bahwa Arthur Andersen sebenarnya mengetahui bisnis buruk dari Enron, tetapi tidak mau mengungkapkannya dalam laporan audit mereka, karena takut kehilangan Enron sebagai klien.

V. Peranan Gedung Putih

Yang menambah kompleks skandal ini adalah keterlibatan Gedung Putih dengan Enron. Sejak tahun 1989, Enron "menyumbang dana" pada Washington sebesar $ 5,7 juta, dengan pembagian $ 4,1 juta untuk Partai Republik dan sisanya untuk golongan yang lain. Lebih lanjut, seperti yang diketahui publik sekarang ini, hubungan Presiden George W. Bush dengan Kenneth Lay, Komisaris dan Chief Executive Officer Enron sangatlah mesra. Ken Lay adalah kontributor terbesar selama kampanye kepresidenan dengan menyumbang sebesar $ 625.000 menyebabkan President Bush memanggil Ken Lay dengan nama kesayangan, "Kenny Boy." Darimana Enron mengalokasikan dana sebanyak itu untuk disumbangkan kepada calon presiden dan partainya? Jawabannya terletak pada kompleksitas hukum perpajakan Amerika.
Selama lima tahun terakhir, walaupun memiliki laba bersih miliaran dolar, Enron tidak membayar pajak sepeser pun. Hukum perpajakan Amerika menegaskan bahwa stock option atau opsi kepemilikan perusahaan bisa dikategorikan sebagai "gaji/upah" pegawai. Karena Enron selama ini memberikan bonus dan kompensasi kepada pegawainya dalam bentuk stock option, maka walau dalam bentuk fisik hanyalah kertas, Enron mampu mengurangi nilai laba mereka dengan nilai opsi tersebut di pasar bebas.
Bila keuntungan Enron dikurangi dengan nilai opsi tersebut, maka sebagai hasil akhir Enron tidak memiliki laba sama sekali dan perusahaan yang tidak memiliki laba tidak membayar pajak. Lebih buruk lagi, Enron memiliki lebih dari 90 perusahaan off shore atau perusahaan yang didirikan di negara kepulauan yang bebas pajak atau berpajak rendah yang tujuan utamanya untuk memindahkan pendapatan dari Amerika ke negara kepulauan tersebut. Sistem ini, sebenarnya adalah legal menurut hukum perpajakan Amerika selama peraturan-peraturan yang ada mengenai pendapatan yang mudah dipindahkan (mobile income) ditaati.

VI. Undang-Undang Sarbanes Oxley

Rancangan Undang-Undang diajukan oleh anggota senat Paul Sarbanes dan Michael Oxley pada tanggal 30 July 2002 dan disahkan oleh Presiden Bush. Ikthisar Sarbanes Oxley act 2002 adalah :
1. Memberi kejelasan dan kepastian atas:
Dewan pengawas Independen yang bertugas sepenuhnya untuk mengawasi pelaku pasar modal. Dewan ini akan diawasi SEC.
2. Menetapkan tanggung jawab baru terhadap komite audit dan pejabat perusahaan.
3. Menetapkan aturan dan keharusan baru untuk pelaporan perusahaan.
4. Mendefinisikan jasa non Audit yang dapat diberikan oleh KAP kepada Klien Audit yaitu melarang KAP melakukan 8 jenis jasa audit kepada klien audit : pembukuan, design dan system informasi keuangan, jasa penilai, jasa aktuaris, outsorcing jasa internal audit, fungsi management SDM, broker pialang atau penasehat investasi, jasa hukum dan jasa professional lainnya yang tidak berhubungan dengan audit.
5. Memperberat hukuman atas kecurangan yang dilakukan perusahaan
6. Mengharuskan adanya peraturan yang mengatur benturan kepentingan
7. Meningkatkan secara signifikan tanggung jawab dan anggaran SEC
8. Mengijinkan pemberian jasa lainnya dengan persetujuan terlebih dahulu dari komite audit

VI.1 Dampaknya terhadap Management

Dengan diterbitkan Undang-Undang Sarbanes Oxley, maka dampaknya bagi manajemen adalah :
1. Mengharuskan adanya sertifikasi CEO/CFO atas laporan berkala yang disampaikan SEC.
2. Setiap laporan tahunan diharuskan untuk melampirkan laporan dari management mengenai penaksiran internal control.
3. Auditor independent diharuskan melakuakan atestasi dan melaporkan penaksiran manajemen.
4. Pengungkapan yang harus dilakukan antara lain :
a. Keharusan bagi direktur, pejabat perusahaan dan pihak yang memiliki saham perusahaan dengan jumlah minimum 10% untuk menyampaikan perubahan ekuitas yang dimiliki.
b. Pengungkapan tambahan untuk keuangan off balance sheet dan kontijensi.
c. Pengungkapan oleh perusahaan secara real time.


VI.2 Dampaknya terhadap Akuntan Publik

Dengan diterbitkan Undang-Undang Sarbanes Oxley, maka dampaknya bagi akuntan publik :
1. Membentuk Public Accounting Oversight Board (PCAOB) yang bertujuan untuk mengawasi audit atas perusahaan publik dan melindungi kepentingan investor.
2. Melarang jasa non audit- Hukum secara spesifik telah melarang KAP untuk melakukan 8 jenis jasa non Audit .
3. Perputaran partner- pemimpin (Lead) atau coordinating partner audit atau concurring reviewer tidak dapat memberikan jasa audit kepada klien yang sama lebih dari 5 tahun berturut-turut.
4. Laporan kepada komite audit – Auditor diharuskan untuk melaporkan kepada komite audit perihal semua kebijakan akuntasi yang berlaku, perlakuan informasi keuangan dan informasi penting lainnya yang telah didiskusikan dengan management.
5. Penugasan auditor dibutuhkan 1 tahun cooling of period.

·        KEAHLIAN DAN KECAKAPAN SEORANG AUDIT INTERNAL
Keahlian internal auditor dalam menerapkan berbagai standar, prosedur, dan tehnik audit yang diperlukan dalam pelaksanaan audit. Keahlian berarti kemampuan dalam menerapkan pengetahuan pada persoalan yang umumnya dihadapi dan menyelesaikan persoalan tersebut tanpa perlu mempelajari kembali secara luas dan bantuan atau asestensi yang berarti dari pihak lain. Keahlian dalam prinsip-prinsip dan tehnik-tehnik akuntansi yang diperlukan oleh auditor yang pekerjaannya secara luas berhubungan dengan berbagai catatan dan laporan keuangan. Memahami prinsip-prinsip manajemen yang diperlukan untuk mengenal dan mengevaluasi dari penyimpangan atau deviasi dalam praktek usaha yang baik seperti kesalahan enron bukanlah terbatas pada penyelewengan pembukuannya. Suka atau tidak, perusahaan sebesar Enron tidak akan jatuh apabila keadaan sekelilingnya berlaku wajar dalam norma-norma etika dan hukum. Enron tidak akan berani mendirikan kongsi dagang-kongsi dagang yang sangat kompleks apabila hukum sekuritas Amerika (Security of Law) tidak membiarkan pembukuan terpisah antara induk perusahaan dan kongsi dagang tersebut. Walaupun itu terjadi, kongsi dagang tidak akan bisa bertahan lama bila auditor luar Arthur Andersen bekerja sesuai dengan peraturan etika yang diterapkan oleh badan tertinggi ikatan akuntan publik (American Institute of Certified Public Accountants). Keberanian akuntan-akuntan Arthur Andersen untuk melakukan sistem pembukuan terpisah dari Enron tidak berarti banyak bila kongres menyetujui pemisahan divisi "akunting/auditing" dan "konsultasi" yang diterapkan oleh kantor akuntan publik khususnya big five. Proposal pemisahan ini sudah diajukan oleh bekas ketua komisi sekuritas dan perdagangan Amerika (Securities and Exchange Commission) Arthur Levitt pada tahun 1999. Proposal itu ditolak mentah-mentah oleh anggota kongres yang menerima bantuan finansial selama kampanye mereka dari Wall Street dan kantor akuntan publik. Bantuan finansial itu ternyata masih dalam limit yang legal. Dengan demikian, kongres bisa bekerja lebih adil bila ada peraturan lebih ketat dalam penerimaan bantuan kampanye dari perusahaan dan industri. Hal ini juga berlaku untuk Gedung Putih. Walaupun sampai saat ini belum ada bukti keterlibatan Gedung Putih dengan kehancuran Enron, jumlah uang kontribusi yang sangat besar dari Enron untuk sebuah partai atau seorang calon politikus, cukup menarik kecurigaan dari publik.

KESIMPULAN :
Dari kasus ENRON saya dapat menyimpulkan bahwa runtuhnya perusahaan raksasa Enron Corporation yang merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Amerika Serikat telah melibatkan KAP Arthur Andersen sebagai akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut telah diduga melebihkan neraca dan laporan keuangan. Skandal Enron memunculkan banyak pertanyaan seputar peranan Arthur Andersen. Sebab auditor bertaraf internasional ini telah memainkan dua posisi strategis di perusahaan tersebut, sebagai auditor dan konsultan bisnis Enron. Hal inilah yang kemudian menjadi perdebatan di kalangan auditor (jasa akuntan publik) mengenai industry akuntansi dan potensi benturan kepentingan yang dihadapi perusahaan tersebut dalam peranannya di masyarakat.
Arthur Andersen secara nyata telah melakukan pelanggaran pada prinsip kepentingan publik, dimana sebagai Kantor Akuntan Publik yang menerima kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi justru melakukan kebohongan public dengan membiarkan laporan keuangan Enron terbit. Padahal dalam kenyataannya Enron diduga melebih-lebihkan neraca dan laporan keuangan. Selain itu Arthur Andersen juga melanggar prinsip integritas dan obyektivitas dimana selain mengaudit laporan keuangan Enron mereka juga berperan sebagai konsultan bisnis di perusahaan
tersebut. Arthur Andersen juga mendiskreditkan profesi akuntan publik dengan menjalankan dua posisi tersebut, dan hal tersebut jelas melanggar prinsip perilaku professional.
Pelanggaran-pelanggaran ini seharusnya tidak akan terjadi apabila para profesi akuntan menerapkan nilai-nilai norma dan etika secara memadai, disertakan pemahaman, dan kemampuan dalam menjalankan profesionalnya. Pekerjaan seseorang yang profesional harus dikerjakan dengan sikap profesional pula, dan dengan sepenuhnya melandaskan pada standar moral dan etika tertentu.

Salah satu adalah kesimpulan yang saya kutip dari blog yang Diposkan oleh Dr. Dedi Kusmayadi, SE., M.Si., Ak di 04:47 yang berisi sebagai berikut :
• Pihak manajemen Enron telah melakukan berbagaimacam pelanggaran praktik bisnis yang sehat melakukan (Deception, discrimination of information, coercion, bribery) dan keluar dari prinsif good corporate governance.Akhirnya Enron harus menuai suatu kehancuran yang tragis dengan meninggalkan hutang milyaran dolar.
• KAP Andersen sebagai pihak yang seharusnya menjungjung tinggi independensi, dan profesionalisme telah melakukan pelanggaran kode etik profesi dan ingkar dari tanggungjawab terhadap profesi maupun masyarakat diantaranya melalui Deception, discrimination of information, coercion, bribery. Akhirnya KAP Andersen di tutup disamping harus mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum.

Sumber :

By :  Imelda Kurniawati (23211547) 4EB25
        Akuntansi
        Universitas Gunadarma 2014



Sabtu, 28 Juni 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2# (Strategy TOEFL Reading Comprehension)



STRATEGY TOEFL READING COMPREHENSION

STRATEGY
1.      Monitoring comprehension
Students who are good at monitoring their comprehension know when they understand what they read and when they do not. They have strategies to "fix" problems in their understanding as the problems arise. Research shows that instruction, even in the early grades, can help students become better at monitoring their comprehension.
Comprehension monitoring instruction teaches students to:
·         Be aware of what they do understand
·         Identify what they do not understand
·         Use appropriate strategies to resolve problems in comprehension

2.      Metacognition
Metacognition can be defined as "thinking about thinking." Good readers use metacognitive strategies to think about and have control over their reading. Before reading, they might clarify their purpose for reading and preview the text. During reading, they might monitor their understanding, adjusting their reading speed to fit the difficulty of the text and "fixing" any comprehension problems they have. After reading, they check their understanding of what they read.
Students may use several comprehension monitoring strategies:
Identify where the difficulty occurs
"I don't understand the second paragraph on page 76."
Identify what the difficulty is
"I don't get what the author means when she says, 'Arriving in America was a milestone in my grandmother's life.'"
Restate the difficult sentence or passage in their own words
"Oh, so the author means that coming to America was a very important event in her grandmother's life."
Look back through the text
"The author talked about Mr. McBride in Chapter 2, but I don't remember much about him. Maybe if I reread that chapter, I can figure out why he's acting this way now."
Look forward in the text for information that might help them to resolve the difficulty
"The text says, 'The groundwater may form a stream or pond or create a wetland. People can also bring groundwater to the surface.' Hmm, I don't understand how people can do that… Oh, the next section is called 'Wells.' I'll read this section to see if it tells how they do it."

3.      Graphic and semantic organizers
Graphic organizers illustrate concepts and relationships between concepts in a text or using diagrams. Graphic organizers are known by different names, such as maps, webs, graphs, charts, frames, or clusters.
Regardless of the label, graphic organizers can help readers focus on concepts and how they are related to other concepts. Graphic organizers help students read and understand textbooks and picture books.
Graphic organizers can:
·         Help students focus on text structure "differences between fiction and nonfiction" as they read
·         Provide students with tools they can use to examine and show relationships in a text
·         Help students write well-organized summaries of a text
Here are some examples of graphic organizers:
Used to compare or contrast information from two sources. For example, comparing two Dr. Seuss books.
Used to order or sequence events within a text. For example, listing the steps for brushing your teeth.
Used to chart the story structure. These can be organized into fiction and nonfiction text structures. For example, defining characters, setting, events, problem, resolution in a fiction story; however in a nonfiction story, main idea and details would be identified.
Used to illustrate the cause and effects told within a text. For example, staying in the sun too long may lead to a painful sunburn.
4.      Answering questions
Questions can be effective because they:
·         Give students a purpose for reading
·         Focus students' attention on what they are to learn
·         Help students to think actively as they read
·         Encourage students to monitor their comprehension
·         Help students to review content and relate what they have learned to what they already know
The Question-Answer Relationship strategy (QAR) encourages students to learn how to answer questions better. Students are asked to indicate whether the information they used to answer questions about the text was textually explicit information (information that was directly stated in the text), textually implicit information (information that was implied in the text), or information entirely from the student's own background knowledge.
There are four different types of questions:
"Right There"
Questions found right in the text that ask students to find the one right answer located in one place as a word or a sentence in the passage.
Example: Who is Frog's friend? Answer: Toad
"Think and Search"
Questions based on the recall of facts that can be found directly in the text. Answers are typically found in more than one place, thus requiring students to "think" and "search" through the passage to find the answer.
Example: Why was Frog sad? Answer: His friend was leaving.
"Author and You"
Questions require students to use what they already know, with what they have learned from reading the text. Student's must understand the text and relate it to their prior knowledge before answering the question.
Example: How do think Frog felt when he found Toad? Answer: I think that Frog felt happy because he had not seen Toad in a long time. I feel happy when I get to see my friend who lives far away.
"On Your Own"
Questions are answered based on a students prior knowledge and experiences. Reading the text may not be helpful to them when answering this type of question.
Example: How would you feel if your best friend moved away? Answer: I would feel very sad if my best friend moved away because I would miss her.

5.      Generating questions
By generating questions, students become aware of whether they can answer the questions and if they understand what they are reading. Students learn to ask themselves questions that require them to combine information from different segments of text. For example, students can be taught to ask main idea questions that relate to important information in a text.

6.      Recognizing story structure
In story structure instruction, students learn to identify the categories of content (characters, setting, events, problem, resolution). Often, students learn to recognize story structure through the use of story maps. Instruction in story structure improves students' comprehension.

7.      Summarizing
Summarizing requires students to determine what is important in what they are reading and to put it into their own words. Instruction in summarizing helps students:
·         Identify or generate main ideas
·         Connect the main or central ideas
·         Eliminate unnecessary information
·         Remember what they read

Effective comprehension strategy instruction is explicit
Research shows that explicit teaching techniques are particularly effective for comprehension strategy instruction. In explicit instruction, teachers tell readers why and when they should use strategies, what strategies to use, and how to apply them. The steps of explicit instruction typically include direct explanation, teacher modeling ("thinking aloud"), guided practice, and application.

Direct explanation
The teacher explains to students why the strategy helps comprehension and when to apply the strategy.

Modeling
The teacher models, or demonstrates, how to apply the strategy, usually by "thinking aloud" while reading the text that the students are using.

Guided practice
The teacher guides and assists students as they learn how and when to apply the strategy.

Application
The teacher helps students practice the strategy until they can apply it independently.
Effective comprehension strategy instruction can be accomplished through cooperative learning, which involves students working together as partners or in small groups on clearly defined tasks. Cooperative learning instruction has been used successfully to teach comprehension strategies. Students work together to understand texts, helping each other learn and apply comprehension strategies. Teachers help students learn to work in groups. Teachers also provide modeling of the comprehension strategies.

EXAMPLE
Reading Comprehension Questions
Questions 1–4 are about the following announcement.
Student Volunteers Needed!
On Saturday, December 12th, from 10 A.M. until 4 P.M., Carverton Middle School will be holding a music festival in the school gymnasium. The special event will feature a variety of professional musicians and singers.

Task
Time
Date
Make posters
1 P.M.–4 P.M.
December 5th
Set up gym
11 A.M.–4 P.M.
December 11th
Help performers
9 A.M.–4 P.M.
December 12th
Welcome guests
10 A.M.–2 P.M.
December 12th
Clean up gym 
4 P.M.–7 P.M.
December 12th

Interested students should speak with Ms. Braxton, the music teacher. Students who would like to help at the festival must have written permission from a parent or guardian.
1. What time will the festival begin?
A.     10 A.M.
B.     11 A.M.
C.     1 P.M.
D.    2 P.M.
2. In line 2, the word feature is closest in meaning to _______.
A.    look
B.     keep
C.     include
D.    entertain
3. What job will be done the day before the festival begins?
A.    Making posters
B.     Setting up the gym
C.     Cleaning up the gym
D.    Helping the performers
4. Who is told to talk to Ms. Braxton?
A.    Parents
B.     Students
C.     Teachers
D.    Performers
Questions 5–11 refer to the following story.


 "Did you see that?" Joe said to his friend Bill. "You're a great shooter!"
Bill caught the basketball and bounced it before throwing it again. The ball flew into
the net.
"Bill, you never miss!" Joe said admiringly.

"Unless I'm in a real game," Bill complained. "Then I miss all the time."
Joe knew that Bill was right. Bill performed much better when he was having fun with Joe in the school yard than he did when he was playing for the school team in front of a large crowd.
"Maybe you just need to practice more," Joe suggested.

"But I practice all the time with you!" Bill objected. He shook his head. "I just can't play well when people are watching me."
"You play well when I'm watching," Joe pointed out.
"That's because I've known you since we were five years old," Bill said with a smile. "I'm just not
comfortable playing when other people are around."

Joe nodded and understood, but he also had an idea.
The next day Joe and Bill met in the school yard again to practice. After a few minutes, Joe
excused himself.
"Practice without me," Joe said to his friend. "I'll be back in a minute."
Joe hurried through the school building, gathering together whomever he could find—two students, a math teacher, two secretaries, and a janitor.
       When Joe explained why he needed them, everyone was happy to help.
       Joe reminded the group to stay quiet as they all went toward the school's basketball court.
       As Joe had hoped, Bill practicing basketball. He made five baskets in a row without noticing                 the silent people standing behind him.
     “ Hey, Bill!” Joe called out finally. Bill turned. A look of surprise came over his face.
     "I just wanted to show you that you could play well with people watching you," Joe said. "Now         you'll have nothing to worry about for the next game!"

5. What would be the best title for the story?
A.    Joe Joins the Team
B.     Practice Makes Perfect
C.     Bill Wins the Big Game
D.    Bill's Basketball Problem
6. In line 6, the word performed is closest in meaning to _______.
A.    acted
B.     played
C.     moved
D.    changed
7. Why is Bill upset?
A.     He plays better in practice than he does during games.
B.     The school yard is not a good place to practice.
C.     Joe watches him too closely when he plays.
D.    His team loses too many games.
8. Why does Bill play well when Joe is watching him?
A.     He is comfortable with Joe.
B.     Joe tells him how to play better.
C.     He does not know that Joe is there.
D.    He wants to prove to Joe that he is a good player.

9. Why does Joe decide to gather a group of people?
A.    Because he wants more players for his team
B.     Because he wants to help Bill feel less nervous
C.     Because he wants to show them his talent
D.    Because he wants more people to see the next game
10. At the end of the story, all of the following people watch Bill practice EXCEPT _____.
A.    Joe
B.     a janitor
C.     a math teacher
D.    the basketball coach
11. Why does the group have to be quiet when they go to the basketball court?
A.    Because Joe is telling Bill what to do
B.     Because they do not want Bill to know they were there
C.     Because Bill likes to practice alone
D.    Because the group needs to listen to Joe’s instructions

Sumber: